Mengumandangkan Adzan untuk sholat dirumah saat wabah melanda

Beberapa hari yang lalu saya melihat video yang sedang viral di media sosial, dimana ada suatu mesjid (infonya berada di Kuwait) viral karena saat adzan sang muadzin menyuruh kaum muslimin shalat di rumah masing-masing. Menurut informasi yang saya dapat, hal itu dilakukan karena pandemi virus corona yang saat ini sedang dalam fase darurat.

Namun yang membuat saya tergelitik bukan karena adzan-nya, tapi nyinyiran nitijen yang seakan-akan hal itu suatu yang salah, Dari screening yang saya baca, banyak sekali komentar-komentar seperti ini “ADZAN KOK MALAH NYURUH SHALAT DI RUMAH SIH” , “KOK ADZAN-NYA GITU SIH?” , “APA ADZAN SEPERTI ITU SESUAI SUNNAH ?”

Dear nitijen warga +62 yang budiman,

Demikianlah tuntunan nabi besar kita Muhammad ﷺ . Dalam kondisi darurat dimana memang ada sebab yang syar’i yang membuat lebih baik mereka shalat di rumah, maka dikumandangkanlah ucapan:

Shollu fii buyutikum

Dalam shahih Al Bukhari dari Nafi’ maula Ibnu Umar, beliau mengisahkan

أَنَّ ابْنَ عُمَرَ أَذَّنَ بِالصَّلَاةِ فِي لَيْلَةٍ ذَاتِ بَرْدٍ وَرِيحٍ ثُمَّ قَالَ أَلَا صَلُّوا فِي الرِّحَالِ ثُمَّ قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْمُرُ الْمُؤَذِّنَ إِذَا كَانَتْ لَيْلَةٌ ذَاتُ بَرْدٍ وَمَطَرٍ يَقُولُ أَلَا صَلُّوا فِي الرِّحَالِ

Bahwasanya Ibnu ‘Umar pernah mengumandangkan adzan pada suatu malam yang dingin dan berangin. Kemudian ia berkata, “Shalatlah di tempat tinggal kalian.”

Ia melanjutkan perkataannya, “Jika malam sangat dingin dan hujan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan seorang mu’adzin untuk mengucapkan: “Hendaklah kalian shalat di tempat tinggal kalian.”

Demikian juga diriwayatkan pula dari Abdullah bin Abbas (masih dalam shahih Al Bukhari)

قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ لِمُؤَذِّنِهِ فِي يَوْمٍ مَطِيرٍ إِذَا قُلْتَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ فَلَا تَقُلْ حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ قُلْ صَلُّوا فِي بُيُوتِكُمْ فَكَأَنَّ النَّاسَ اسْتَنْكَرُوا قَالَ فَعَلَهُ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنِّي إِنَّ الْجُمْعَةَ عَزْمَةٌ وَإِنِّي كَرِهْتُ أَنْ أُحْرِجَكُمْ فَتَمْشُونَ فِي الطِّينِ وَالدَّحَضِ

Ibnu ‘Abbas berkata kepada mu’adzin beliau saat hari turun hujan, “Jika kamu sudah mengucapkan asyahadu anna Muhammadan Rasulullah.. maka janganlah kamu sambung dengan hayya ‘alas sholah..Tapi serukanlah, ‘shollu fi buyutikum’

yang artinya ” Sholatlah kalian di rumah-rumah kalian”

Lalu orang-orang seolah-olah mengingkarinya,

Maka Ibnu ‘Abbas pun berkata, “Sesungguhnya hal yang demikian ini pernah dilakukan oleh orang yang lebih baik dariku. Sesungguhnya shalat Jum’at adalah sebuah kewajiban dan aku tidak suka untuk mengeluarkan kalian sehingga kalian terpaksa berjalan di tanah yang berlumpur dan licin.”

Al Imam An Nawawi rahimahullah menyebutkan,

هَذَا الْحَدِيث دَلِيل عَلَى تَخْفِيف أَمْر الْجَمَاعَة فِي الْمَطَر وَنَحْوه مِنْ الْأَعْذَار

Hadits ini merupakan dalil atas diringankannya perintah shalat berjamaah ketika terjadi hujan atau udzur lain yang semisal.

Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *